Covid -19, Ujian yang akan Segera Berlalu

By Marchiana Aulya H

17/03/2020

Covid- 19 merupakan ujian yang akan segera berlalu. Barangkali tidak hanya Covid -19, ujian apapun memang akan selalu hadir menempa orang-orang beriman, sebagai sarana bukti pengabdian cinta kepadaNya. Maka agar dinyatakan lulus, tidak ada pilihan lain selain melaluinya dan menyelesaikannya. Dengan strategi, dengan ketaatan kepada Allah tentunya. 

Sungguh manusiawi jika memang merasa takut dengan isu wabah ini. Apalagi semakin hari jumlah tersuspect semakin meningkat. Itu baru yang ditampakkan media, tidak tahu data yang sebenarnya seperti apa. 

Barangkali isu ini cukup berhasil membuat simpul-simpul kecemasan dari kita. Sehingga beberapa kali kecolongan menjadi tidak khusyuk dalam beribadah. Maka dari kita semua gencar mencari informasi terbaik untuk menjaga agar kita semua tidak lantas berpanik-ria. Beruntungnya, meski solusi utuh wabah ini belum ada, setidaknya Allah mengkaruniakan hidayah kepada hati-hati orang mukmin, salah satunya dengan bersikap tenang. 

Ada berbagai macam cara untuk memperoleh ketenangan. Beberapa diantaranya didapat dari hasil baca buku, menonton ceramah, dan kata-kata yang baik sehingga memang seolah Allah intens berbicara kepada kita semua untuk tetap bersikap tenang. 

Tidak! Bukan seolah tetapi memang sangat terasa perhatian dan penjagaan dari Allah kepada kita semua akhir-akhir ini.

Adapun saya, seringkali mendapat ketenangan dengan membaca (akhirnya bisa diberi kesempatan untuk senang membaca). Saya sedang memiliki hanca membaca buku milik Yasmin Mogahed yang berjudul "Reclaim Your Heart". 

Dari sisi saya, apa yang sedikit saya resahkan, apa yang sedikit saya takutkan, Allah berkomunikasi kepada saya melalui tulisan-tulisan Yasmin. Dalam salah satu tulisannya, Yasmin pernah menasihati saya kurang lebih seperti ini: "Tanggapan Seorang Mukmin terhadap penderitaan".

Secara singkat Yasmin mengutip surat Al Imran. Secara singkat Yasmin mengutip surat Al Imran. "Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi. Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik"
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 146 - 150)

Dari ayat di atas, Allah mengajarkan bahwa tanggapan orang-orang mukmin ketika diberikan ujian mereka meyakini hanya Allah satu-satunya penolong. Lalu orang-orang mukmin tidak lupa memohon untuk diampunkan dosa-dosa.Tanggapan mereka terhadap ujian memang tidak sekadar memandang ujian sebagai ancaman, tetapi juga mampu melihatnya dan melaluinya.

Pada akhirnya, ujian bagi orang-orang mukmin merupakan sumber untuk mempertebal keimanan dan ketaatan mereka kepada Sang Pencipta. Barangkali saya dan kita semua sangat sedang berusaha seperti itu. Semoga kita selalu beryukur, bersabar, dan bersikap istiqomah berjuang di jalanNya. Percayalah, ujian hanyalah sebuah dinamika hidup. Oleh karena itu, hadapi dan lalui saja. Semoga Allah mengkaruniakan keselamatan dan kemudahan urusan untuk kita semua pada hari ini dan seterusnya. Tetap tenang dengan ketaatan yaa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

Kajian & Tips

Bagikan :

Kajian & Tips
Bagikan

Berita Lainnya